tentang.co.id – Perbankan nasional kini menerapkan suku bunga tabungan hanya 0 persen sampai 1 persen. Adapun besarannya berbeda tergantung saldo yang ada di rekening nasabah.

Sementara itu, nasabah juga harus membayar biaya admin tiap bulan, biaya transfer, dan biaya-biaya lain yang dipotong dari saldo nasabah.

Dengan bunga yang serendah itu, tentu nilai uang yang ditabung akan semakin berkurang jika diendapkan di rekening tabungan. Belum lagi, dengan adanya inflasi setiap tahunnya dapat menggerus nilai uang yang ditabung tersebut.

Kendati demikian, rupanya generasi milenial yang diwawancarai Kompas.com tetap menggunakan produk simpanan di bank meski bunganya sangat rendah.

Hal ini lantaran mereka membutuhkan tabungan bank untuk memarkirkan uangnya untuk kemudian disalurkan ke pembayaran kebutuhan sehari-hari seperti bayar tagihan, top up saldo uang elektronik atau dompet digital, belanja online, beli voucher game, dan sebagainya.

Sementara, jika ingin menyimpan uang untuk jangka panjang, generasi milenial lebih memilih instrumen investasi lain yang memberikan imbal hasil lebih besar dari tabungan bank.

Salah satunya, seorang karyawan swasta bernama Eko, hanya menyimpan uang di tabungan bank sekitar 10 persen dari penghasilannya dan sisanya disimpan di saham dan reksadana.

Eko mengatakan, dana yang disimpan di tabungan ini kemudian akan disalurkan untuk keperluan sehari-hari lantaran kini dia menerapkan gaya hidup cashless sehingga meminimalisir penggunaan uang tunai.

“Masih perlu (tabungan bank) karena sekarang zamannya cashless enggak bisa pegang uang tunai banyak-banyak dan lebih aman dibandingkan disimpan di bawah kasur,” ujar Eko, 28 tahun, kepada Kompas.com, Senin (12/9/2022).

Sedikit berbeda dengan Hana, seorang karyawan swasta yang hanya menggunakan tabungan bank sebagai tempat menyimpan penghasilannya. Namun, selain untuk tabungan, dana yang ada di bank ini juga digunakan untuk top up dompet digital dan belanja online.

Pasalnya, top up dompet digital maupun belanja online lebih mudah dilakukan melalui apblikasi mobile banking ketimbang harus membayar di mini market atau kanal pembayaran lainnya.

“Isi saldo DANA, belanja online juga. Cuma kalau untuk isi (dompet digital) seperti ShopeePay gitu, lebih ikutin kebutuhan mau belanja berapa ya diisi sesuai nominal belanja,” kata Hana, 27 tahun, saat diwawancarai, Senin.

Sementara itu, seorang wartawan bernama Triyan menggunakan tabungan bank untuk menunjang mobilitasnya. Sebab, saat ini hampir semua transportasi sudah menerapkan pembayaran cashless.

Selain itu, dia juga masih menggunakan tabungan bank untuk membayar tagihan belanja dan tagihan iuran BPJS Kesehatan orang tuanya.

“Nabung di bank untuk mengalokasikan dana ke dompet digital untuk keperluan naik transportasi Gojek atau Grab dan GoFood,” ungkap wartawan berusia 25 tahun ini, Senin.

Lain dengan seorang wiraswasta berusia 28 tahun, Ferdy mengatakan, dia tetap menabung di bank untuk menyimpan uang dan memudahkan untuk bertransaksi sehari-hari.

Menurutnya, penggunaan uang tunai saat ini cukup merepotkan sehingga dia memilih memiliki lebih dari 1 rekening tabungan untuk memisahkan antara dana tabungan dan dana kebutuhan sehari-hari.

“Perlu (menabung di bank), karena mempermudah kita mengatur keuangan. Jika semua berupa cash akan sulit menghitungnya,” ucap Ferdy kepada Kompas.com, Senin.

Gaya hidup cashless juga membuat seorang karyawan swasta berusia 29 tahun, dengan inisial YRY tetap menggunakan tabungan bank untuk menyimpan sebagian dananya.

“Tetap (menabung di bank), kan dari m-banking bisa cashless pake QRIS,” kata YRY saat ditanyai Kompas.com, Senin.

Namun untuk urusan investasi, YRY lebih memilih menyalurkan dananya ke instrumen investasi lain seperti saham agar mendapatkan imbal hasil yang lebih besar.

Minat masyarakat menabung di bank masih tinggi

Jawaban dari generasi milenial ini sama seperti ucapan Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira yang mengatakan, minat masyarakat untuk menabung di bank masih tinggi.

Namun, terjadi pergeseran fungsi dari tabungan bank yang tadinya dimanfaatkan untuk menabung dan mendapatkan keuntungan dari bunga bank.

Saat ini masyarakat memanfaatkan tabungan bank untuk dapat melakukan transaksi seperti berbelanja online atau mengisi dompet digital (e-wallet).

“Sebagian masyarakat memanfaatkan tabungan di bank bukan mengharap bunga tapi mengharap fasilitas seperti e-wallet, emoney, belanja online, atau membayar kartu kredit,” ujarnya kepada kompas.com, dilansir Senin (12/9/2022).