tentang.co.id – Sebagian orang menganggap Trenggiling adalah reptil, namun pada kenyataannya hewan bersisik keras ini sebenarnya merupakan jenis hewan mamalia.

Mengutip dari World Wildlife, Trenggiling merupakan satu-satunya mamalia yang seluruh badannya tertutup sisik, dan menggunakannya untuk melindungi diri dari pemangsa di alam liar.

Nama Trenggiling berasal dari Bahasa Melayu dan memiliki arti mengguling atau sesuatu yang suka berguling-guling, makna tersebut berkaitan erat dengan salah satu pertahanan satwa nokturnal.

Hewan ini memakan semut , rayap dan larva, karena tidak memiliki gigi, trenggiling mengambil makanan dengan lidahnya yang lengket, dan terkadang bisa mencapai panjang lebih besar dari tubuhnya.

Trenggiling menjadi mamalia paling banyak di perjual belikan di Asia, dan diminati di negara-negara seperti Chine dan Vietnam.

Karena dianggap daging mereka merupakan makanan lezat serta sisiknya juga bisa dijadikan untuk pengobatan tradisional.

Karena itu, spesies trenggiling ini mendapatkan perlindungan hukum nasional dan internasional, sebagai upaya melindungi agar tidak punah.

Namun sayangnya perdagangan ilegal Trenggiling internasional masih terus meningkat.

Disamping itu, ada beberapa 4 fakta menarik dari Trenggiling yang sudah dirangkum Pikiran-Rakyat.com berikut ini, sebagaimana dikutip dari berbagai sumber.

1. Arti Trenggiling

Kata Trenggiling berasal dari ‘penggulung’ merupakan bahasa Melayu, sesuai dengan tindakannya yang menggulung badannya untuk membela diri ketika mendapatkan ancaman.

Biasanya Trenggiling yang terkejut akan menutupi kepalanya dengan bagian kaki depannya, memperlihatkan sisiknya pada pemangsanya.

Sedangkan ketika disentuh atau digenggam dia akan menggulung seluruhnya menjadi bola.

Sementara sisik tajamnya akan digunakan untuk mencambuk sebagai bentuk perlawanan kepada yang membuatnya terancam. Maka karena itu, Trenggiling juga disebut sebagai ‘Trenggiling bersisik ’.

2. Memiliki Delapan Spesies Trenggiling

Ternyata hewan mamalia ini memiliki delapan spesies masing-masing empat ditemukan di Afrika dan empat di wilayah Asia.

Empat spesies yang ditemukan di Afrika antara lain, Trenggiling perut hitam, Trenggiling perut Putih, Trenggiling Tanah Raksasa dan Trenggiling Tanah Temminck.

Sementara spesies yang hidup di Asia yaitu, Trenggiling India, Trenggiling Filipina, Trenggiling Indonesia dan Trenggiling Cina.

3. Sisik terbuat dari keratin

Sebagaimana telah disebutkan di awal, Trenggiling merupakan mamalia dengan sisik terbanyak yang terbuat dari keratin yang serupa dengan kuku manusia.

4. Indera Penciuman Tajam

Trenggiling merupakan pemakan semut , dan dengan indra penciuman yang kuat dia menggunakannya untuk memangsa makanannya.

Biasanya dia mencari sebuah tempat kemudian mengendus lalu menggali dengan cakar kaki depannya hingga semut atau rayap keluar dari sarang.

Setelah berhasil membuat mangsa keluar dari sarang, Trenggiling akan menggunakan lidahnya yang panjang dan lengket untuk menangkap semut maupun rayap.****