Ini yang Terjadi Pada Otak Manusia Usai Meninggal Dunia

tentang.co.id – Sebuah penelitian menemukan apa yang terjadi pada otak setelah kematian. Studi yang diterbitkan Frontiers in Aging Neuroscience menunjukkan otak kemungkinan masih aktif dan terkoordinasi selama dan bahkan setelah transisi menuju kematian.

“Kami mengukur 900 detik aktivitas otak di sekitar waktu kematian dan menetapkan fokus khusus menyelidiki apa yang terjadi pada 30 detik sebelum dan sesudah jantung berhenti berdetak,” kata peneliti dan ahli bedah saraf di University of Louisville Amerika Serikat (AS), Dr Ajmal Zemmar, dikutip Sabtu (1/10/2022).

“Tepat sebelum dan setelah jantung berhenti bekerja, kami melihat perubahan pada pita osilasi saraf tertentu, disebut osilasi gamma, dan juga yang lain seperti delta, tetha, alpha, dan beta”.

r

Osilasi otak atau gelombang otak merupakan pola aktivitas otak berirama dan biasanya terjadi saat manusia hidup. Berbagai jenisnya, termasuk gamma, melibatkan pada fungsi kognitif seperti konsentrasi, bermimpi, meditasi, pengambilan memori, pemrosesan informasi, dan persepsi sadar.

“Lewat menghasilkan osilasi yang terlibat pada pengambilan memori otak mungkin memainkan penarikan terakhir pada peristiwa kehidupan yang penting sebelum kita mati, seperti yang dilaporkan pada pengalaman mendekati kematian,” jelasnya.

Penelitian ini yang pertama pada jenisnya mengukur aktivitas otak hidup selama proses kematian pada manusia. Perubahan serupa pada osilasi gamma sebelumnya diamati pada tikus yang dipelihara di lingkungan yang terkendali.

Artinya ada kemungkinan saat kematian, otak mengatur dan menjalankan respon biologis yang bisa dipertahankan di seluruh spesies.

Pengukuran ini berdasarkan satu kasus dan dari otak pasien yang menderita cedera, kejang serta pembengkakan yang membuat rumit interpretasi data. Zemmar memiliki rencana melakukan penyelidikan lebih banyak kasus dan melihat hasil sebagai sumber harapan.

“Sebagai ahli beda saraf, saya terkadang menghadapi kehilangan. Sulit menyampaikan kematian pada anggota keluarga yang putus asa,” kata dia.

“Sesuatu yang bisa kita pelajari dari penelitian ini adalah meski orang yang kita cintai menutup mata dan siap meninggalkan kita, otak mungkin memutar ulang sejumlah momen terbaik yang mereka alami dalam hidup mereka”.