Museum Pos Indonesia yang berada di Jalan Cilaki No 73 atau di sisi kanan Gedung Sate. Foto: dok. humas

GenPI.co – Gedung Sate adalah salah satu bangunan ikonik di Kota Bandung. Bagi sejumlah wisatawan, mengunjungi Gedung Sate merupakan sebuah kewajiban.

Tetapi tahukah kamu jika ada tempat keren di kawasan Gedung Sate? Ya, salah satunya yaitu Museum Pos Indonesia yang berada di Jalan Cilaki No 73 atau di sisi kanan Gedung Sate.

Museum bersejarah ini sudah berdiri sejak zaman Hindia Belanda, tepatnya pada tahun 1933. Awalnya, museum ini diberi nama Pos Telegraf dan Telepon (PTT).

BACA JUGA:  Pasar Kreatif Bandung Raih Rp 6,5 Miliar, Perekonomian Berangsur Pulih

Jika ke museum Pos Indonesia, kamu bisa melihat prangko pertama di dunia dan prangko pertama yang diluncurkan di Indonesia.

Bukan hanya koleksi prangko, Museum Pos Indonesia memiliki koleksi timbangan surat, informasi tentang perkembangan pos di Indonesia, koleksi lukisan yang menggambarkan sejarah Pos Indonesia.

BACA JUGA:  Rapor Merah Perlindungan Anak di Jabar, Fakta Kasus Diungkap

Ada juga koleksi surat tua dan banyak informasi tentang tokoh-tokoh yang berperan dalam sejarah perkembangan pos di dunia maupun Indonesia.

“Menurut saya koleksi museum yang paling unik adalah timbangan dan alat cetak. Kita jadi bisa melihat dan membayangkan bagaimana orang dahulu menimbang barang atau surat yang ingin dikirim,” ujar Aldi, salah satu pengunjung museum, Minggu (21/8/2022).

BACA JUGA:  Braga Menjadi Barometer Kesenian di Kota Bandung

Museum ini sangat cocok dikunjungi dengan keluarga, teman maupun pasangan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.