tentang.co.id – Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Heri Akhmadi menilai Forum Bisnis Promosi Terpadu Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata dalam Aichi World Festival 2022 perlu dimanfaatkan sebagai peningkatan peluang kerja sama perdagangan, investasi dan tenaga kerja.

“Potensi investasi di Indonesia sangat besar. Kita undang perusahaan-perusahaan dari Jepang untuk bisa hadir ke Trade Expo Indonesia 2022,” kata Heri di Tokyo, Senin.

Dia menuturkan potensi Indonesia sangat besar karena jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 270 juta jiwa atau dua kali lipat dari penduduk Jepang.

Selain itu, lanjut dia, tingkat pendapatan penduduk Indonesia juga terus meningkat sehingga dipastikan tahun depan Indonesia sudah dengan pendapatan menengah atas.

Heri mengatakan pihaknya juga sudah menyampaikan potensi dan peluang investasi di Indonesia tersebut di hadapan 40 pengusaha saat pembukaan Aichi World Festival 2022 di Nagoya, Sabtu (9/9).

Berdasarkan data Keimigrasian Jepang, jumlah pekerja Indonesia di Jepang sekitar 36.000 orang atau masih jauh di bawah Vietnam sekitar 350.000 orang.

Untuk itu, Heri meminta sejumlah asosiasi di Indonesia dan Jepang agar meningkatkan kerja sama dan mengatasi berbagai kendala, terutama terkait sertifikasi.

“Saya berharap ke depannya akan semakin banyak warga Indonesia yang dapat bekerja di Jepang. Peluang yang ada tidak hanya terbatas di sektor industri otomotif dan perawat tetapi juga pada sektor lainnya seperti konstruksi dan industri jasa pariwisata,” katanya.

Forum bisnis tersebut merupakan bagian dari Aichi World Festival 2022 yang dilaksanakan untuk mempromosikan Trade Expo Indonesia (TEI) 2022 yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 19-23 Oktober 2022.

“Ajang Aichi World Festival merupakan kesempatan bagi Indonesia dalam promosi Trade Expo Indonesia 2022. Kegiatan ini tentunya akan semakin mempererat hubungan persaudaraan lebih erat antara masyarakat Indonesia yang tinggal di Prefektur Aichi khususnya kota Nagoya, dengan masyarakat Jepang dan komunitas internasional lainnya,” katanya.