Harga tongkat ternyata cukup mahal, membuat PSAI harus menyiapkan program riset. (foto: Gazza Roosaryatama/GenPI.co)

GenPI.co – Ketua Umum Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI) Yudhi Yahya mengungkapkan dalam waktu dekat akan melakukan riset terkait dengan tongkat penyangga yang digunakan para pemain di lapangan.

Sebagaimana diketahui, dalam permainan sepak bola amputasi, para pemain menggunakan tongkat untuk menyangga tubuh mereka agar tidak terjatuh.

Yudhi mengatakan tongkat dengan kualitas bagus memiliki harga yang cukup mahal, sehingga untuk saat ini masih cukup sulit untuk mengadakan alat penunjang tersebut.

“Tongkat memang betul itu menjadi PR (pekerjaan rumah, red) Federasi. Terakhir federasi sudah komunikasi dengan Jepang,” tuturnya dalam sebuah acara di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (10/8).

Dia mengatakan di Asia, Jepang menjadi satu-satunya negara yang berhasil meriset dan memproduksi tongkat yang bagus untuk bermain bola.

“Menurut kami, federasi bisa melakukan riset dijadikan program sport science jika diberi kesempatan,” ujarnya.

Menurutnya, federasi bisa melakukan riset dengan cara membeli sepasang tongkat dari Jepang, kemudian dilihat komponen-komponennya seperti apa.

Kemudian, nantinya federasi akan memproduksi sendiri tongkat dengan kualitas yang mungkin hampir sama dengan produksi Jepang.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.