tentang.co.id – Orang-orang bersenjata menyerang konvoi seorang senator oposisi di Nigeria tenggara. Sebanyak 5 orang tewas dalam insiden itu termasuk 2 orang pengawal keamanan.

Dikutip dari AFP, Selasa (13/9/2022), orang-orang bersenjata itu menyergap konvoi Senator Ifeanyi Ubah dari oposisi pinggiran Partai Progresif Muda di komunitas Enugwu-Ukwu di Negara Bagian Anambra pada hari Minggu (11/9) waktu setempat. Mereka menembaki kendaraan.

“Dua pengawal polisi, dua pembantu sipil dan seorang pejalan kaki tewas dalam serangan itu,” kata juru bicara kepolisian Negara Bagian Anambra Tochukwu Ikenga kepada AFP.

Dia mengatakan dua pengawal polisi lainnya terluka dalam serangan itu dan mereka telah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.

Ikenga mengatakan senator itu ‘tidak terluka’ selama serangan itu. Dia menambahkan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.

“Kami sedang melacak orang-orang bersenjata itu dengan tujuan untuk menentukan motif mereka dan membawa mereka ke pengadilan,” tutur dia.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas kekerasan itu. Peristiwa ini terjadi hanya lima bulan sebelum pemilihan presiden, senat dan kongres pada Februari mendatang.

Nigeria Tenggara telah menyaksikan lonjakan kekerasan yang dituduhkan pada kelompok Masyarakat Adat Biafra (IPOB) yang dilarang atau sayap bersenjatanya ESN.

IPOB, yang mencari negara terpisah untuk orang-orang etnis Igbo, telah berulang kali membantah bertanggung jawab atas kekerasan di wilayah tersebut.

Lebih dari 100 petugas polisi dan personel keamanan lainnya telah tewas sejak awal tahun lalu dalam serangan yang ditargetkan di wilayah tersebut. Hal itu menurut penghitungan media setempat.

Penjara juga telah digerebek dengan sejumlah narapidana dibebaskan dan senjata dicuri. Kantor-kantor lokal dari otoritas pemilihan nasional juga menjadi sasaran serangan.

Pemimpin IPOB Nnamdi Kanu berada dalam tahanan pemerintah dan menghadapi pengadilan karena pengkhianatan setelah dia ditangkap di luar negeri dan dibawa kembali ke Nigeria.

Separatisme adalah masalah sensitif di Nigeria di mana deklarasi kemerdekaan Republik Biafra pada tahun 1967 oleh perwira tentara Igbo memicu perang saudara selama tiga tahun yang menewaskan lebih dari satu juta orang.