Ilustrasi mata uang kripto.FOTO: Antara

GenPI.co – Ukraina mendapat bantuan donasi mata uang kripto senilai USD 135 juta atau sekitar Rp 2 triliun.

Dana donasi kripto itu habis untuk membeli peralatan militer dan bantuan kemanusian.

Hal itu berdasarkan laporan Perusahaan riset blockchain Chainalysis bahwa badan amal terbesar Ukraina, Aid for Ukraine, Come Back Alive, dan Unchain Fund, mengumpulkan donasi mata uang kripto tersebut.

BACA JUGA:  Izin Perdagangan Aset Kripto Dihentikan Sementara

Kelompok-kelompok itu telah menghabiskan lebih dari USD 14 juta untuk pembelian drone, lebih dari USD 5 juta untuk anggaran pakaian militer dan rompi pelindung, sekitar USD 4 juta untuk kampanye media anti-perang

“Meskipun jumlah sumbangan mata uang digital yang dikumpulkan oleh kelompok-kelompok pro-Rusia jauh lebih kecil, tetapi dana tersebut masih dapat memberikan kontribusi yang signifikan,” kata Chainalysis, dikutip dari The Record, Jumat (27/8).

BACA JUGA:  Sri Mulyani Kirim Sinyal Bahaya, APBN Bisa Jebol

Chainalysis juga melaporkan kelompok pro-Rusia telah mengumpulkan dana sebesar USD 2,2 juta atau sekitar Rp 32,6 miliar dalam Bitcoin dan Ethereum untuk membantu membiayai perang.

Perang Rusia dengan Ukraina sudah berlangsung selama 6 bulan, dampaknya ke dunia pun sangat besar.

BACA JUGA:  Soal Banding Ferdy Sambo, Ucapan Kamaruddin Keras Menohok

Ukraina yang di belakangnya ada Amerika Serikat (AS) dan Sekutu mampu menahan gempuran Rusia selama ini.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.