Komnas HAM mengaku telah melihat identitas senjata pembunuh Brigadir J, tapi tak tahu pemiliknya. (foto: Panji/GenPI.co)

GenPI.co – Pihak Laboratorium Forensik (Labfor) akhirnya bertandang ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk memberi keterangan soal uji balistik.

Meski demikian, Komnas HAM belum membeberkan siapa pemilik senjata api yang digunakan Bharada E untuk membnuh Brigadir J.

Oleh sebab itu, menurut Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, pihaknya mengaku tidak tahu soal siapa pemilik senjata tersebut.

BACA JUGA:  Ahli Komunikasi Kapolri Ikut Menyusun Skenario Pembunuhan Brigadir J, Ini Kata Komnas HAM

“Ini labfor, bukan penyidik. Jadi, senjata tersebut hanya ditunjukkan nomor registrasinya, tidak ditunjukkan orangnya,” ujar Anam di kantor Komnas HAM, Rabu (10/8).

Meski demikian, Anam mengatakan semua hal terkait identitas yang ada di senjata sudah dia lihat, termasuk identitas yang ada di administrasinya.

BACA JUGA:  Komnas HAM Bakal Cecar Irjen Ferdy Sambo di Kantornya

Setelah selesai membicarakan identitas pemilik senjata, Anam juga menjelaskan soal GSR (Gun Shoot Residue).

Menurutnya, GSR merupakan rekam jejak residu tembakan untuk mengungkap siapa yang melakukan penembakan terhadap Brigadir J.

BACA JUGA:  Komnas HAM Minta Polisi soal Uji Balistik Kasus Brigadir J

“Siapa yang menembak? Di mana yang ditembak? Di mana letak residu terbanyak dan laun sebagainya,” kata dia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.