tentang.co.id – Peti mati Ratu Elizabeth II akan dipindahkan dari kediaman kerajaan di Edinburgh ke Katedral St Giles di High St, Edinburgh EH1 1RE, United Kingdom .

Ribuan orang diperkirakan akan berkumpul pada hari Senin, 12 September 2022 untuk meratapi Ratu Elizabeth II di Edinburgh, ibu kota Skotlandia.

Raja Charles III dan Permaisuri Ratu Camilla akan bergabung dalam prosesi pemindahan peti mati Ratu Elizabeth II dari kediaman kerajaan di Istana Holyroodhouse ke Katedral St. Giles.

Cucu dari Ratu Elizabeth II , Pangeran Harry memberikan penghormatan dan pernyataan kepada mendiang neneknya, serta mengucapkan rasa terima kasihnya atas “nasihat baik” dan “senyuman”.

Pangeran Harry mengatakan bahwa dia bersyukur atas waktu yang telah dihabiskan bersama dengan neneknya, Ratu Elizabeth II .

“Dari kenangan masa kecil saya yang paling awal dengan Anda, hingga bertemu dengan Anda untuk pertama kalinya sebagai panglima tertinggi saya, hingga saat pertama Anda bertemu istri tersayang saya dan memeluk cicit tercinta Anda,” kata Pangeran Harry , dilansir Pikiran-rakyat.com dari New York Times.

“Saya menghargai saat-saat ini dibagikan kepada Anda, dan banyak momen istimewa lainnya. Kamu sudah sangat dirindukan, tidak hanya oleh kami, tetapi oleh seluruh dunia,” lanjut Pangeran Harry .

Sempat dirundung ketegangan pasca keputusannya yang mundur dari tugas kerajaan pada tahun 2020, Harry dan istrinya, Meghan Markle, Duchess of Sussex ternyata memiliki kedekatan dengan sang Ratu.

Pasangan itu bahkan menamai putri mereka dengan nama Lilibet, yaitu nama kecil dari Ratu Elizabeth II .

Pada Sabtu, 10 September 2022, Pangeran Harry bersama istrinya, Meghan Markle terlihat tampil bersama dengan Pangeran William dan Kate Middleton untuk menyambut orang-orang di luar Istana Windsor.

Berikut ini merupakan pernyataan dari Pangeran Harry kepada mendiang Ratu Elizabeth II , sang nenek tercintanya.

“Dalam merayakan kehidupan nenek saya, Yang Mulia Ratu dan dalam berkabung atas kehilangannya, kita semua diingatkan tentang kompas penuntun yang dia miliki kepada begitu banyak orang dalam komitmennya terhadap pelayanan dan tugas.

“Dia dikagumi dan dihormati secara global. Keanggunan dan martabatnya yang tak tergoyahkan tetap benar sepanjang hidupnya dan sekarang warisan abadinya.

“Marilah kita menggemakan kata-kata yang dia ucapkan setelah meninggalnya suaminya, Pangeran Filipus, kata-kata yang dapat mendatangkan penghiburan bagi kita semua sekarang: “Hidup, tentu saja, terdiri dari perpisahan terakhir serta pertemuan pertama,” katanya.

Menjadi pemimpin terlama sepanjang sejarah, yaitu selama 7 dekade membuat kepergian Ratu Elizabeth II selalu dikenang oleh rakyat Inggris dan dunia.***