SURYA.CO.ID, JEMBER – Pembentukan Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) oleh Polres Jember, Rabu (10/8/2022), menjadi momentum yang tepat untuk memberi rasa aman dan keadilan pada korban tindak kekerasan. Karena kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jember pada 2022 menunjukkan trend peningkatan dibandingkan tahun 2021.

Peningkatan kasus itu dipetik dari data dua instansi yang menangani kasus kekerasan perempuan dan anak yakni Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jember, dan UPT Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB).

Berdasarkan rekap kasus Unit PPA Satreskrim Polres Jember, pada 2020 ada 135 kasus yang ditangani Polres Jember, kemudian tahun 2021 ada sebanyak 84 kasus, dan mulai Januari hingga Juli 2022 ini sudah ada 41 kasus.

Kasus yang ditangani Unit PPA Polres Jember terdiri atas kekerasan terhadap perempuan dan anak yakni persetubuhan anak, pencabulan terhadap anak, kekerasan terhadap anak, penelantaran anak, kekerasan seksual (TPKS), perkosaan, dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Dan kalau mengacu data dari UPTD PPA DP3AKB, jumlah kekerasan pada anak akan lebih banyak. Sebab kasus kekerasan terhadap anak yang ditangani oleh UPTD PPA DP3AKB tidak hanya kasus yang masuk ke ranah jalur hukum (litigasi), namun juga non litigasi.

Angka kekerasan anak di tahun 2021 berdasarkan data UPTD PPA DP3AKB, mencapai 181 kasus mulai Januari hingga Desember 2021. Sedangkan pada Januari sampai Juli 2022, ada sebanyak 126 kasus.

Kasus yang ditangani berupa kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, penelantaran, perdagangan manusia, anak berkonflik dengan hukum, dan lain-lain seperti hak asuh anak, hak pendidikan.

Anak perempuan yang paling banyak menjadi korban, kemudian anak laki-laki. Kekerasan psikis dan kekerasan seksual merupakan kasus yang mendominasi tindak kekerasan anak.

Seperti contoh kasus yang ditangani oleh UPTD PPA DP3AKB, kasus kekerasan seksual di tahun 2021 sebanyak 65 kasus, sementara di Tatun 2022 ada 43 kasus.

Kasus persetubuhan terhadap anak, pencabulan terhadap anak, dan kekerasan terhadap anak juga kasus terbanyak yang ditangani oleh Unit PPA Polres Jember. Tahun 2022 ini saja, sudah ada 15 kasus persetubuhan anak, kemudian 6 kasus pencabulan anak, dan 8 kasus kekerasan pada anak.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.