tentang.co.idWakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni membahas perihal kasus tentang isu sensitif LGBT , terhadap Ferdy Sambo dalam podcast YouTube Deddy Corbuzier , pada 30 Agustus 2022.

Di dalam podcast Deddy Corbuzier , Ahmad Sahroni membahas tentang isu sensitif yaitu LGBT terhadap Ferdy Sambo .

Awal isu LGBT yang melibatkan Ferdy Sambo ini dihasilkan dari kesimpulan pernyataan yang selama ini diberikan oleh mantan kuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara.

Baca Juga: Profil Kuat Ma’ruf yang Diduga Jadi Selingkuhan Putri Candrawathi

Deddy Corbuzier melontarkan pertanyaan kepada Ahmad Sahroni , apakah ada kaitannya kasus LGBT ini dengan pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo .

“Apakah ini kasus LGBT Pak?,” tutur Deddy Corbuzier .

Ahmad Sahroni mengatakan, bahwa jika berbicara masalah LGBT , maka secara alami di dunia mana pun pasti ada.

“Tapi kita harus melihat pada pokok perkara yang disajikan oleh bersangkutan sekarang. Yang saya tanya adalah ini motifnya apa? Oh, yang bersangkutan masih dalam pengakuan pelecehan,” tuturnya kembali.

Dia menjelaskan bahwa dalam aturan hukum, termasuk Indonesia, pemberian hukuman dilandaskan dari pengakuan yang diberikan.

“Kalau aturan hukum berlandaskan tentang pengakuan, nah kita berdasarkan itu, kalau akhirnya di sini adakah LGBT ?,” ujar Sahroni.

“Kalau ngomong masalah LGBT kan ritual kegiatan orang-orang itu pasti kan beda-beda, nah kita gak bisa menafsirkan atas pengakuan yang bersangkutan,” tuturnya kembali.

Deddy Corbuzier pun menekankan kembali bahwa ke masalah pengakuan dan LGBT adalah opini.

“Berdasarkan yang bersangkutan mengatakan, ini adalah pelecehan, kalau LGBT itu opini,” tutur Deddy Corbuzier .

Ahmad Sahroni mengatakan kembali “narasi masyarakat dengan asumsinya sendiri.”

Namun, Ahmad Sahroni juga menyayangkan tindakan Ferdy Sambo yang memilih untuk menghabisi nyawa Brigadir J untuk kasus sekaliber ‘pelecehan’.

“Ini yang saya sayangkan mengapa Ferdy Sambo membunuh Brigadir J. Ngapain? Harusnya dihukum pakai cara yang lain kan bisa, enggak harus dibunuh. Dengan catatan, ya sudah terbukti kalau Brigadir J melakukan pelecehan terhadap istrinya. Makanya, barangkali aja Ferdy Sambo ini punya kelainan,” katanya.

“Mungkin tim psikiater atau yang lainnya bisa membantu mengecek kesehatannya,” tutur Ahmad Sahroni .

Dari pembahasan mengenai isu LGBT yang menyeret nama Irjen Ferdy Sambo , tidak bisa semata-mata dibenarkan. Terlebih, ada landasan hukum serta pengakuan dari yang bersangkutan menjadi pertimbangan.(Nisrina Sukmawati)***