SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG – Pemkab Tulungagung melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah menetapkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 akan menyasar pada lebih dari 55.000 anak. Secara simbolis BIAN di Kabupaten Tulungagung dimulai Rabu (3/8/2022) di Desa Bangoan, Kecamatan Tulungagung.

Anak-anak yang menjadi sasaran BIAS adalah yang berusia 9-59 bulan. Dinkes telah melakukan persiapan, antara lain sosialisasi lintas sektor, terutama Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama.

“Kami sudah pelatihan tenaga kesehatan, persiapan logistik dan pembuatan dokumen mikro planning,” terang Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Tulungagung, Didik Eka, Senin (1/8/2022).

Dilanjutkan Didik, BIAS dilaksanakan berbasis desa/kelurahan. Pelaksanaannya oleh 32 Puskesmas yang ada di Kabupaten Tulungagung.

Dinkes menargetkan total pelaksanaan BIAN selama 271 hari. “Diperkirakan selesai selama 259 hari. Lalu 12 hari terakhir digunakan untuk melakukan sweeping,” sambung Didik.

BIAN menyasar anak-anak yang belum menerima vaksinasi dasar lengkap dan vaksinasi lanjutan. Didik mengatakan, di awal pandemi virus Corona seluruh Posyandu ditutup. Bahkan saat kasus Covid-19 sudah melandai, masyarakat masih takut datang ke Posyandu.

Akibatnya layanan vaksinasi untuk anak-anak saat itu menjadi terganggu. Karena itu semua vaksin dasar maupun yang belum diterima anak, akan diberikan selama BIAN.

Kemungkinan akan ada anak yang menerima injeksi ganda, sesuai kebutuhan vaksinnya. “Sudah dikonsultasikan dengan ahli vaksin Kemenkes, semua aman dilaksanakan,” tegas Didik.

Vaksin yang diberikan antara lain MR untuk penyakit campak dan rubella. Vaksin ini diberikan tanpa melihat status vaksinasi MR sebelumnya. Lalu vaksin polio meliputi OPV atau vaksin oral dan IPV atau vaksin injeksi.

Ada pula vaksin pentavalen meliputi vaksin haemophilus type b (Hib), DPT (difteri, pertusis dan tetanus) dan hepatitis B.

Vaksinasi dilakukan secara menyeluruh, tanpa melihat domisili atau KTP. Bahkan penduduk dari luar Provinsi Jawa Timur pun akan dilayani. “Kita semua berharap kekurangan vaksinasi untuk anak bisa kita kejar selama BIAN,” ucap Didik.

Data tahun 2019, vaksinasi dasar lengkap dan vaksinasi lanjutan mencapai 94-96 persen. Sementara dari data tahun 2021 vaksinasi dasar lengkap dan lanjutan baru mendapat 86 persen. *****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.