Jakarta: Direktur Utama PT Taspen ANS Kosasih melalui kuasa hukumnya Duke Arie Widagdo membantah tudingan pengacara Kamaruddin Simanjuntak yang disebut mengelola dana Rp300 triliun untuk modal kampanye seorang calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Kosasih akan mengambil langkah hukum atas tudingan tersebut.
 
“Kami sebagai tim kuasa hukum atas permasalahan ini akan mengambil langkah hukum untuk melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian sebab kami menduga ada perbuatan pidana, yakni melanggar pasal 27 ayat 3 dan Pasal 28 ayat 2 UU ITE,” kata Duke dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu, 27 Agustus 2022.
 
Duke juga membantah tudingan Kamaruddin yang menyebut kliennya memiliki sejumlah wanita simpanan dalam mengelola uang Rp300 triliun tersebut. Dia menjelaskan kliennya memang menikah dua kali, namun kedua pernikahan itu telah berakhir alias cerai.


Pernikahan pertama dengan Yulianti Malingkas telah berakhir. Lalu, pernikahan kedua dengan Rina Lauwy juga telah diputus cerai Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada Maret 2021.
 
“Pernikahan dilakukan sesuai hukum yang berlaku. Klien kami tidak pernah melakukan pernikahan gaib apalagi untuk dapat kick back investasi,” ujarnya.
 
Duke menegaskan PT Taspen mengikuti aturan yang telah ditetapkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam pelaksanaan investasi dan pengelolaan seluruh program yang ada.
 

Selain itu, kata Duke, kinerja PT Taspen khususnya pada bidang pengelolaan investasi dan operasional telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Berdasarkan hasil audit BPK dari 2018 hingga 2021, tidak ada temuan material terkait pengelolaan investasi maupun operasional.
 
“Serta tidak ada dana investasi yang dipergunakan untuk hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan usaha PT Taspen yang sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur mengenai pengelolaan program di PT Taspen,” katanya.
 
Viral di media sosial potongan video Kamaruddin Simanjuntak menyebut adanya dana Rp300 triliun yang dipersiapkan untuk modal kampanye seorang capres di Pilpres 2024. Dalam video itu, Kamarudin menuding Dirut BUMN PT Taspen yang mengelola dana Rp300 triliun itu dan memiliki banyak wanita simpanan. Para wanita ini disebut dititipi uang oleh dirut BUMN tersebut dari hasil investasi dana perusahaan.
 
Kamaruddin bahkan menyebut para wanita ini bisa melakukan transaksi Rp200 juta dalam satu hari. Saat dikonfirmasi, Kamaruddin mengaku akan melaporkan Kosasih terkait pengelolaan dana Rp300 triliun untuk dana kampanye capres 2024.
 
Kamaruddin mengeklaim sudah melaporkan permasalahan ini kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) maupun Wakil Presiden Ma’ruf Amin. “Itu laporan tersendiri nanti. Sudah kita laporkan ke Presiden dan Wakil Presiden,” kata Kamaruddin di Mabes Polri, Jumat, 26 Agustus 2022.
 

(JMS)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.