tentang.co.id – Unjuk rasa mengenai kenaikan BBM masih dilakukan pada Senin 12 September 2022 oleh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia ( KSPSI ). Inti dari tuntutan mereka adalah penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan permintaan kenaikan upah pekerja.

Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), Heru Budi Hartono, menemui buruh dari KSPSI di Tugu Arjuna Widjaja (Patung Kuda), Jakarta Pusat, dan menjanjikan akan ada tindak lanjut dari tuntutan pengunjuk rasa.

Sebelumnya pada sekira pukul 12.30 WIB, tujuh perwakilan dari massa KSPSI telah diundang ke istana negara.

“Saya menerima pak Sekjen ( KSPSI ) beserta kawan-kawan lainnya, ada lima poin yang disampaikan. Saya selaku jajaran staf bapak Presiden akan kami tindaklanjuti,” ucap Heru di Jakarta, Senin 12 September 2022.

Selain itu, Heru akan membahas kembali, bersama dengan instansi yang terkait, beberapa poin di Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan terkait UU Ciptaker. Hal ini akan dilaksanakan pada esok hari.

Ketua Serikat Pekerja Textile Sandang dan Kulit SPSI, Agus Darsana, menjelaskan bahwa yang menghadiri undangan ke istana bertujuan untuk menyampaikan petisi yang intinya menolak kenaikan harga BBM serta mengenai Omnibus Law.

Pada pukul 13.30 WIB, massa buruh mulai membubarkan diri dari lokasi. Tidak lama setelah massa Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) dan alumni Universitas Indonesia mulai melakukan aksi yang serupa di lokasi tersebut.

Petugas keamanan berjaga di lokasi dan aksi buruh masih berjalan tertib dan kondusif. Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengirimkan sebanyak 6.142 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa kenaikan harga BBM di beberapa lokasi di Jakarta.

Berdasarkan catatan kepolisian, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes, Endra Zulpan, menilai ada sekitar 2.090 orang yang akan mengikuti aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda hingga depan Gedung DPR/MPR RI.

Pihak kepolisian melaksanakan rekayasa lalu lintas terkait aksi demonstrasi yakni arus lalu lintas dari Bundaran HI menuju Jalan Merdeka Barat dialihkan ke Jalan Budi Kemuliaan atau Jalan Merdeka Selatan.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara, arus dari Tugu Tani menuju Jalan Merdeka Utara dialihkan menuju Jalan Perwira tetapi sifatnya situasional. Selain itu, arus lalu lintas menuju Jalan Gajah Mada dialihkan ke Jalan Tanah Abang Satu.

Sementara arus lalu lintas dari arah Jalan Hayam Wuruk Menuju Jalan Merdeka Utara atau Jalan Majapahit dialihkan ke Jalan Juanda atau Jalan Suryapranoto. (Katiasa Utami)***