tentang.co.id – Peneliti ahli utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro menyarankan agar Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) memilih Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta yang paling kecil potensinya untuk menimbulkan resistensi.

Sebab, Siti mengingatkan, situasi di Ibu Kota sempat memanas kala pemilihan kepala daerah (pilkada) digelar beberapa waktu lalu.

“Tinggal dipilih dari tiga ini yang betul-betul paling kecil menimbulkan resistensinya. Karena Jakarta ini pernah dalam Pilkada agak bergejolak sedikit ya,” kata Siti dalam acara Gaspol! Kompas.com , Selasa (27/9/2022).

Ia menambahkan, penetapan tiga nama calon penjabat Gubernur DKI Jakarta sudah tepat. Pasalnya, ketiganya merupakan representasi tiga pihak.

“Representasi istana ada, representasi sekda ada, dari kemendagri ada. Masing-masing punya kekuatan dan kekurangan sendiri,” ujarnya.

DPRD DKI sejumlah telah mengusulkan tiga kandidat penjabat gubernur ke Kemendagri.

Mereka adalah Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Mattali, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Bahtiar, dan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.

Ketiga kandidat itu, sebut Siti, juga pernah bersentuhan dengan persoalan DKI Jakarta. Ketiganya pun memiliki keunggulan positif masing-masing, khususnya dalam memimpin sementara DKI Jakarta.

“Mulai Pak Bahtiar, dia ketum masyarakat ilmu pemerintahan Indonesia di IPDN. Dia pernah jadi Plt tahun 2020 Pilkada di Riau. Jadi puspen, dirjen di kemendagri, polpum sekarang pernah di kesbangpol tentang keamanan, stabilitas politik, pemilu pilkada. Itu menu dia dalam konteks itu dia punya hubungan bagus dengan media, LSM, publik akademis,” jelasnya.

Sementara itu, Marullah disebut pernah menjadi Walikota Jakarta Selatan. Selain itu, selama menjabat sebagai Sekda DKI, Marullah juga bisa menjaga agar polarisasi tak terjadi.

“Pak Heru Wali Kota (Jakarta Utara), beliau (sekarang) ada di kantor presiden,” ucap Siti.

“Tinggal dipilih mana yang dipilih Pak Jokowi tidak ada resistensi,” pungkasnya.