tentang.co.idTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Situasi pancaroba dan maraknya virus yang beredar membuat orang rentan terserang flu dan demam, begitu pun pada anak-anak.

Terkadang, hal ini menyebabkan kebingungan apakah karena sakit biasa atau karena Covid-19. Lantas kapan tes sebaiknya dilakukan?

Terkait hal ini, Ketua Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI, Dr dr Retno Asti Werdhani M Epid pun memberikan tanggapan. Menurutnya, penting sekali menaruh curiga sebagai gejala Covid-19.

Jika, anak-anak atau anggota keluarga mengalami gejala seperti flu, batuk, sakit tenggorokan dan sebagainya. Orangtua harus punya inisatif melakukan tes kesehatan.

“Temui dokter layanan kesehatan terdekat, untuk diperlukan pemeriksaan apakah yang bersangkutan terinfeksi Covid-19 atau tidak. Kalau misalnya mengalami gejala yang ditimbulkan mirip ISPA dan virus lainnya,”ungkap dr Asti pada Talkshow di Media Center Satgas Covid-19 secara live streaming, Senin (12/9/2022).

Langkah yang dilakukan pertama kali saat anak mengalami gejala di atas adalah lakukan observasi. Selain itu, biasanya anak yang demam mengalami dehidrasi. Karenanya berikan air putih dan istirahat.

Disusul dengan memberikan obat yang sesuai. Beberapa tindakan di atas biasanya bisa mengurangi gejala.

Tapi jika esok hari gejala masih berlanjut, segera periksakan ke dokter. Apakah terinfeksi Covid-19 atau tidak.

Setidaknya 1-2 hari tidak membaik, serta mengalami peningkatan dari gejala yang dirasakan, langsung lakukan pemeriksaan.

“Maksimal, kalau kita mau tracing, itu dua hari pada saat pasien bergejala. Untuk Covid-19, masa inkubasi adalah 2-5 hari. Jadi jangan sampai terlambat,” tegasnya.

Lebih lanjut, hal penting lainnya adalah perlu ditanyakan pada anak. Apakah anak baru saja berdekatan dengan orang dewasa yang alami gejala serupa. Sehingga segera dapat penanganan tepat dan melakukan upaya tracking.