tentang.co.id – >

JAKARTA, KOMPAS.com – Sekretaris Jenderal Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Sunarno menyatakan, akan ada aksi lanjutan dari aksi peringatan Hari Tani Nasional 2022 yang digelar pada Selasa (27/9/2022), apabila pemerintah tidak menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Adapun aksi tersebut rencananya akan digelar pada pertengahan Oktober mendatang di seluruh daerah di Indonesia.

“Kami dan berbagai aliansi gerakan rakyat sepakat akan ada aksi besar yang dilakukan di Jakarta maupun daerah-daerah. Untuk waktunya akan menyesuaikan kesepakatan bersama,” ujar Sunarno dalam pernyataan tertulisnya kepada Kompas.com, Selasa (27/9/2022).

Tidak hanya buruh dan petani, Sunarno menyatakan, mahasiswa dan pelajar juga akan terlibat dalam aksi tersebut.

Dengan adanya aksi demonstrasi ini, ia meminta agar Pemerintah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sebab, Sunarno mengatakan, kenaikan BBM berdampak terhadap kenaikkan harga kebutuhan pokok, termasuk tarif transportasi umum.

Menurutnya, kebijakan tersebut semakin mengekang dan menindas rakyat kecil.

Ia menyatakan, rencana aksi lanjutan tersebut akan dilakukan secara damai.

Aksi tersebut akan dilakukan di berbagai kantor pemerintahan seperti di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), selain juga menyasar ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang ada di Jakarta.

“Tapi aksi seperti itu harus dikonsolidasikan dengan organisasi-organisasi gerakan rakyat lainnya secara masif karena kalau tidak terkonsolidasi besar tentu ada kesulitan dalam bertahan (untuk tetap melakukan unjuk rasa),” tutup Sunarno.

Diberitakan sebelumnya, hari ini, Selasa, 27 September, aksi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak kembali berlangsung di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Berbagai elemen mulai dari mahasiswa, buruh, hingga petani, bersatu untuk menyuarakan tuntutannya kepada pemerintah dan para wakil rakyat.

Selain menolak kenaikan harga BBM , mereka juga menyuarakan isu-isu yang merugikan petani dalam rangka Hari Tani Nasional.

Selanjutnya, massa buruh yang tiba di depan gedung wakil rakyat juga menolak kenaikan harga BBM.

Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos mengatakan, kenaikan harga BBM menambah kesengsaraan para buruh dan petani di tengah krisis ekonomi.

Sebab, tidak sedikit para buruh dan petani yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak oleh perusahaan.

Terakhir, giliran massa mahasiswa mulai berdatangan ke DPR untuk bergabung dengan massa buruh dan petani.

Dalam aksi kali ini, massa mahasiswa membawa lima tuntutan bertajuk “Seruan Aksi Nasional III BBM Melejit, Petani Menjerit” ini.

Pertama, menuntut dan mendesak pemerintah untuk mengoreksi model pembangunan PSN yang tidak berpihak kepada rakyat.

Kedua, menuntut dan mendesak pemerintah untuk menghentikan kriminalisasi terhadap petani, nelayan, masyarakat adat, dan aktivis agrarian.

Ketiga, menuntut dan mendesak pemerintah untuk melaksanakan reforma agraria dan menyelesaikan konflik agraria struktural.

Keempat, menuntut dan mendesak DPR dan pemerintah untuk mencabut undang-undang yang mempermudah perampasan tanah dan kriminalisasi rakyat.

Kelima, menuntut dan mendesak pemerintah untuk mencabut keputusan terkait kenaikan harga BBM.