Pontianak: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyambangi Desa Wisata Kampong Melayu BML. Desa ini masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Menparekraf Sandiaga diajak mengikuti irama Tarian Jepen. Itu merupakan tarian tradisional yang merepresentasikan kebudayaan Melayu yang dinamis, atraktif, energik, dan bersahaja. Kemudian, Menparekraf Sandiaga mencoba Cucol Meriam Karbit. Sebuah tradisi yang masih dilestarikan hingga saat ini yang biasanya dimainkan saat puasa, Lebaran, dan tahun baru.

Dalam sambutannya, Menparekraf Sandiaga berharap, keberlanjutan tongkat estafet pemerintahan agar pembangunan-pembangunan di Kalimantan Barat dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan.

“Untuk siapa? Untuk masyarakat. Kami yakin dengan kebersamaan, kita bangun pariwisata dan ekonomi kreatif. Dan selamat Desa Wisata Kampung Melayu BML,” ujar Menparekraf Sandiaga, disambut riuh tepuk tangan.

Bicara potensi, Desa Wisata Kampong Melayu BML tepat berada di tepian Sungai Kapuas. Desa tersebut tidak hanya menawarkan panorama alam yang indah, tetapi juga kisah sejarah ragam budaya dengan latar belakang suku yang berbeda-beda. Untuk menuju Desa Kampong Melayu BML harus menempuh jarak 16 km atau sekitar 30 menit dari Bandara Internasional Supadio.

Sungai Kapuas adalah sungai terpanjang di Indonesia yaitu mencapai 1.143 kilometer, sehingga menjadi salah satu aspek penting yang mempengaruhi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Susur Sungai Kapuas terdapat kapal wisata yang akan mengajak wisatawan menyusuri Sungai Kapuas dengan menempuh waktu selama 45 menit yang tidak hanya menawarkan pemandangan sungai tetapi juga kudapan yang bisa dinikmati langsung di atas kapal.

Berikut ini wisata yang dinikmati ketika kamu mengunjungi Desa Wisata Kampong Melayu BML:

 

Promanade Waterfront

Kemudian ada Promanade Waterfront, yang merupakan salah satu kawasan ruang terbuka dan saat ini menjadi tempat bersantai sekaligus spot kulineran juga tempat bermain anak.
 

Palang pintu dan silat melayu

Bicara soal seni dan budaya ada palang pintu dan silat melayu. Salah satu adat budaya Melayu yang biasanya mempertemukan dua jawara silat dan dua jawara pemantun serta rombongan pemain musik tradisional lainnya.
 

Tarian Gabungan

Tarian gabungan empat etnis yaitu Tionghoa, Dayak, Melayu, dan Madura. Tarian ini adalah hasil kreasi baru yang menggambarkan keharmonisan masyarakat Kalimantan Barat dalam heterogenitas komunitas masyarakatnya.
 

Tundang

Tundang (Pantun Gendang) adalah kesenian tradisional asli Kalimantan Barat yang dibawakan secara verbal dan diiringi alat musik gendang dan lainnya. Pantun atau syair yang terdengar berirama, biasanya menyampaikan pesan tentang keadaan atau suasana sekitar.
(FIR)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.