Jakarta: Pelaksanaan apel pegawai (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, pekan ini sedikit berbeda dari pekan-pekan sebelumnya. Senin, 8 Agustus 2022, seusai apel ribuan ASN dan honorer termasuk para pejabat SKPD bersama-sama menyantap sajian hidangan bubur Asyura.

Bahkan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor ikut membantu mengawah yaitu memasak bubur dengan cara mengaduk adonan bubur yang dimasak di dalam wajan (kuali) raksasa. Bubur yang dimasak secara tradisional menggunakan tungku dan kayu bakar ini, kemudian dibagikan kepada ribuan pegawai peserta apel pagi.

“Ada sekitar 3.000 porsi bubur yang kita bagikan. Selain untuk karyawan SKPD, juga akan kita bagikan pada masyarakat sekitar perkantoran provinsi,” ujar Sahbirin sambil membagi-bagikan bubur Asyura kepada para peserta apel pagi. Beberapa pejabat tinggi di lingkungan Pemprov Kalsel juga ikut mengawah dan membagikan bubur asyura.

Sahbirin yang dalam beberapa waktu terakhir gencar mempopulerkan Kalsel Babussalam (pintu keselamatan) dan daerah religius ini menyebut kegiatan bubur asyura ini merupakan rangkaian memperingati tahun baru Islam dan 10 Muharram 1444 h, sekaligus melestarikan tradisi Islami di Kalsel.

Tradisi bubur asyura ini juga berlangsung di semua kabupaten/kota di Kalsel, umumnya di mesjid-mesjid besar yang disajikan saat berbuka puasa bersama. Bubur asyura khas Banjar dibuat dari beras pilihan ditambah campuran 41 jenis bahan bumbu dan sayuran, serta lauk seperti sayuran, kacang-kacangan dan daging.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kalsel, Ahmad Solhan mengungkapkan, selain memperingati tahun baru Islam 1444 h, kegiatan mengawah sekaligus ajang silaturahmi gubernur dengan pegawai lingkup Pemprov Kalsel.

Pembuatan bubur asyura kali ini menghabiskan tiga blek beras yang dimasak sejak dini hari. Di Kalsel tradisi bubur asyura sudah ada sejak jaman masuknya Islam atau kesultanan Banjar. Diriwayatkan tradisi ini berkaitan dengan kisah Perang Badar di jaman Nabi Muhammad SAW.

Ketika itu bubur yang dimasak seorang sahabat nabi tidak cukup untuk memberi makan seluruh perajurit. Sehingga Nabi Muhammad memerintahkan para sahabatnya mengumpulkan semua bahan yang tersedia untuk kemudian dicampurkan ke dalam bubur agar cukup semua prajurit.

Hingga kini tradisi bubur Asyura terus berkembang dan lestari di Kalsel. MI/Denny Susanto Ainan

(KHL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.