Mimika: Masyarakat Timika, Kabupaten Mimika, Papua digegerkan oleh kasus pembunuhan empat orang warga Kabupaten Nduga yang ditemukan tewas dengan kondisi tubuh tidak utuh. Kasus ini mulai terungkap setelah dua dari empat jenazah korban ditemukan usai dilaporkan hilang sejak 22 Agustus 2022.
 
Direktur Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Faizal Rahmadani mengungkap pembunuhan terjadi pada 22 Agustus 2022, sekitar pukul 21.50 WIT di kawasan SP 1, Distrik Mimika Baru, terhadap Arnold Lokbere, Irian Nirigi, Leman Nirigi, dan Atis Tini.
 
Dari hasil penyelidikan, Faizal menyebut kasus tersebut bermula dari rekayasa pelaku dalam jual beli senjata api dengan salah satu korban. Satu pucuk senjata laras pendek dijadikan umpan kepada korban agar tergiur dengan ajakan pelaku.


“Keempat korban dipancing oleh pelaku untuk membeli senjata jenis AK 47 dan FN seharga Rp250 juta,” ujar Faizal, Selasa, 30 Agustus 2022.
 

Korban yang tertarik dengan tawaran pelaku kemudian bertemu dengan membawa uang tunai Rp250 juta rupiah. Bukan senjata yang didapat, justru nyawa para korban melayang di tangan para pelaku.
 
“Nah dari situ ternyata para pelaku menghabisi korban dan mengambil uang korban yang dibawa. Jadi motifnya perampokan dengan modus rekayasa transaksi senjata,” imbuh Faisal.
 
Pelaku kemudian berusaha menghilangkan jejak pembunuhan dengan memutilasi keempat korban. Faisal menyebut pelaku kemudian memasukkan potongan-potongan tubuh korban ke dalam karung yang sudah diisi batu sebagai pemberat.
 
“Sebelum dibuang, keempat korban semuanya dimutilasi dan dimasukkan ke dalam enam karung,” ungkapnya.
 
Tak berhenti disitu, mobil rental yang awalnya dibawa salah satu korban itu sempat digunakan para pelaku untuk membawa dan membuang karung-karung berisi potongan tubuh ke sungai Kampung Pigapu, Distrik Iwaka. Kemudian mobil berjenis Toyota Astra Calya itu dibakar untuk menutupi perbuatan keji tersangka.
 
Polisi menetapkan 4 orang warga sipil pelaku pembunuhan dengan mutilasi di Timika. Keempatnya yakni AS alias jeck, APL, dan DU, sementara satu tersangka berinisial R masih buron.
 
Sementara keenam tersangka lainnya merupakan oknum Prajurit TNI. Dua diantaranya berangkat Mayor dan Kapten, empat berangkat Pratu.  Mereka adalah mayor HFD, Kapten DK, Pratu PR, Pratu RAM, Pratu RA dan Pratu RP. Kesehariannya mereka bertugas di satuan Brigif 20 Ima Jaya Keramo Divisi 3 Kostrad. 
 

(WHS)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.