Beijing: Pihak berwajib Tiongkok mengatakan bahwa 28 orang telah didakwa dengan 15 orang pejabat, termasuk polisi dalam tahap penyelidikan terkait dua bulan korupsi setelah lakukan penyerangan brutal beberapa wanita di kota bagian utara, Tangshan. Serangan itu telah memicu amarah dan kekhawatiran keamanan.
 
Selain menyelidiki serangan, penyelidikan dilakukan melampaui kasus sebenarnya dengan tujuan untuk mencakup tuduhan yang lebih luas dari kegiatan kriminal serta korupsi polisi di daerah tersebut.
 
“Pada Juni, sekelompok pria menyerang empat orang wanita di restoran barbekyu, setelah salah satu pria menolak tawarannya. Dalam rekaman video grafis yang beredar di media online, pria-pria tersebut melemparkan kursi ke arah para wanita, kemudian menyeret salah satu dari mereka keluar sebelum akhirnya memukul dan menendangnya, serta yang lainnya mencoba membantunya,” ujar otoritas setempat, dikutip dari 9 News, Rabu, 31 Agustus 2022.


Serangan dan kemarahan publik telah memperbaharui percakapan tentang kebencian serta perlakuan buruk terhadap wanita di Tiongkok.
 
Para penyerang dicurigai sebagai bagian dari gang dan media setempat melaporkan pada saat penyerangan mengatakan bahwa respons polisi lambat, memicu kekhawatiran bahwa adanya keterlibatan tindak korupsi.
 
Pada Senin, pihak otoritas dari Komisi Inspeksi Disiplin Provinsi Hebei mengatakan mereka tengah menginvestigasi 15 orang pejabat atas korupsi yang melibatkan “organisasi jahat,” termasuk yang terkait dengan penyerang.
 

Insiden pemukulan yang terjadi di Tiongkok. Foto: CNN
 
Ke-15 orang, termasuk direktur biro keamanan publik Tangshan dan petugas dari beberapa kantor polisi, diduga menyalahgunakan kekuasaan, penyuapan, dan pekerjaan terkait kejahatan lainnya. Delapan dari mereka telah ditahan selama penyidikan. 
 
Secara terpisah, kejaksaan mengatakan bahwa Senin bahwa 28 orang, termasuk para pria pemukul wanita dalam video, telah didakwa baru-baru ini. Setidaknya sembilan orang ditangkap tak lama setelah penyerangan.
 
Stasiun televisi negara, CCTV melaporkan bahwa dakwaan telah diajukan pada hari Jumat.
 
Sebelas pelanggaran dikenakan terhadap mereka termasuk membuka kasino, perampokan, membantu kegiatan kejahatan dunia maya, membuat pertengkaran, dan memprovokasi masalah.
 
Dua dari wanita yang diserang kini tengah dirawat di rumah sakit setidaknya selama 11 hari, sementara yang lainnya mengalami luka ringan.
 
Jaksa juga menepis desas-desus yang melibatkan kasus tersebut, termasuk bahwa keempat wanita telah mengalami pelecehan seksual, didorong dari gedung atau ditabrak mobil, dengan menyatakan bahwa desas-desus ini terbukti salah setelah penyelidikan. (Gracia Anggellica)

 

(FJR)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.