Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI tahun ini kembali memberikan penghargaan Upakarti sebagai bentuk apresiasi dan motivasi kepada orang-perseorangan, lembaga/organisasi, perusahaan maupun pemerintah daerah yang berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan pemberdayaan industri kecil dan industri menengah (IKM). Penghargaan ini, diharapkan mampu meningkatkan kesempatan berusaha dan memperluas peluang kerja di seluruh wilayah Indonesia.

Hingga saat ini, menurut Menteri Perindustrian RI  Agus Gumiwang Kartasasmita, sudah ada 1.130 orang dan/instansi yang telah menerima penghargaan Upakarti. Penghargaan Upakarti yang telah dilaksanakan sejak tahun 1985 merupakan bentuk apresiasi kepada seluruh pihak yang berprestasi, berjasa, dan aktif melakukan pengembangan dan pembinaan sektor IKM di Indonesia.

Para penerima penghargaan Upakarti 2022 berharap agar pelaku IKM (Industri Kecil Menengah) terus meningkatkan kualitas produk dan kapasitas usahanya. Tujuannya agar produk-produknya bisa menembus pasar ekspor dan bisa bersaing di pasar global.

Penerima Penghargaan Upakarti Jasa Kepeloporan, Taryono mengatakan melalui PT Pangansari Utama, pihaknya melakukan sejumlah langkah konkret untuk meningkatkan daya saing IKM di daerah-daerah.  Baik di Jakarta, Sorong Papua Barat dan Makassar.

“Kami terjun ke lapangan langsung berhadapan dengan IKM-IKM di Jakarta dan daerah-daerah, memberi pembinaan dan untuk meningkatkan kapasitas usahanya,” ucapnya dalam Diskusi Virtual terkait penghargaan  Upakarti 2022 Bangkit Bersama Industri Kecil dan Menengah yang diselenggarakan oleh Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) di Jakarta, Senin (8/8)

Pangansari memulai dengan langkah memberikan edukasi secara komperehensif kepada pelalu IKM, khususnya  dengan mengoptimalkan hasil alam berupa sayuran, buah buahan, ikan termasuk melibatkan ahli pertanian dan perikanan.

Kepada para produsen tahu di Jakarta misalnya, Taryono banyak memberikan pengarahan mengenai kebersihan dan sanitasi pada saat proses pengolahan. Mulai dari pemakaian bahan baku, proses pengolahan, packing dan distribusi.

Lalu, kepada produsen kerupuk dengan memberi pengarahan pada saat proses pengolahan tidak menggunakan bahan pengawet atau formalin. “Karena kalau sampai menggunakan zat kimia pada makananan maka itu sangat berbahaya,”ucapnya. Berkat pembinaan Pangansari, omzet IKM tersebut meningkat pesat sampai 500 persen.

Terkait inovasi, Trayono berharap agar IKM ini terus dapat mengembangkan usahanya. “Penting  untuk terus meningkatkan kualitas produk agar bisa bersaing di pasar luar negeri atau ekspor,”ujarnya.

Sama dengan Taryono, Siti Saharia Mahindar, Penerima Penghagaan Upakarti Jasa Pengabdian berharap agar pelaku IKM terus berinovasi. “Yang penting ada niat, ada skill, ada modal, ada pasar dan tidak gengsi,”ujarnya. Siti selama ini mengabdikan dirinya untuk membantu memperkuat ekonomi warga  korban erupsi Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Sekitar 2.000 Kepala  Keluarga yang dia bantu.

Di sana Siti mendirikan IKM yang bergerak di sektor pangan olahan, ia juga punya brand khusus untuk kecap manis kesehatan. “Agar bisa bersaing di pasar, kamu harus berbeda dengan yang lain,”papar dia.

Dewi Motik, Juri  Penghargaan Upakarti mengapresiasi terselenggaranya Penghargaan Upakarti  2022. Dia berharap agar penghargaan ini bisa memberi motivasi bagi pelaku IKM  di daerah-daerah.  Dari pengalamannya sebagai juri, dia terjun langsung ke sejumlah daerah untuk  melihat kondisi faktual di lapangan. Agar tidak hanya mendengar dari orang saja  dan faktanya banyak IKM di daerah yang hasil produksinya sangat bagus dan  berkualitas termasuk di daerah Papua dan Bali.

Karenanya dia berharap agar penghargaan Upakarti ini diperbanyak, tidak hanya  untuk dua kategori saja, terlalu banyak hasil karya IKM kita yang baik dan  berkualitas. “Tetapi kalau bisa jangan hanya dua kategori. Misalnya yang bagus  tiga, tetapi karena yang diambil hanya satu, duanya dibuang, sayang  dong, ”ucapnya.

Sebagai informasi Penghargaan Upakarti ini untuk mendorong pertumbuhan  IKM, penghargaannya terdiri dari kategori jasa pengabdian dan kepeloporan,  penghargaan akan diberikan oleh Presiden RI.

Terkait kondisi selama pandemi, dia menjelaskan, IKM tidak banyak terdampak  selama dia bergabung dalam rogram e-smart IKM yang digagas oleh Kemenperin. Makanya dia pun mengajak juga pelaku IKM untuk gabung ke program e-smart  agar bisa bisa bersaing di pasar yang lebih luas. Produk produk IKM bisa  menembus pasar ekspor.

Swa.co.id


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.