tentang.co.idJakarta, CNBC IndonesiaPengelolaan air yang berkelanjutan merupakan salah satu elemen penting dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Hal ini mengingat air adalah sebuah kebutuhan esensial bagi semua mahluk hidup, yang bisa membawa kesejahteraan untuk semua.

Untuk itu perlu sebuah kolaborasi yang perlu dilakukan oleh berbagai pihak, agar pengelolaan air bisa dilakukan secara berkelanjutan demi mengatasi ketersediaan air yang tidak merata, terutama bagi generasi mendatang. Karena apabila air tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan krisis air bahkan hingga bencana.

Seperti diketahui, ketersediaan air bersih saat ini masih menjadi tantangan bagi banyak negara. Oleh karena itu, Indonesia secara konsisten berupaya berkontribusi mendorong pencapaian SDGs Global, termasuk di bidang akses terhadap air bersih dan sanitasi. Sudah saatnya kita bersama mewujudkan kesejahteraan air bersih yang bermutu baik dan bisa dimanfaatkan oleh manusia untuk kehidupan sehari-hari.

Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berkomitmen memperkuat kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mencapai target SDGs di 2030. Mulai dari mencapai akses universal dan merata terhadap air minum yang aman dan terjangkau bagi semua, menerapkan pengelolaan sumber daya air terpadu di semua tingkatan, termasuk melalui kerjasama lintas batas yang tepat, hingga melindungi dan merestorasi ekosistem terkait sumber daya air, termasuk pegunungan, hutan, lahan basah, sungai, air tanah, dan danau.

Adapun dalam menempuh tujuan tersebut, Kementerian PUPR bersama CNBC Indonesia menyelenggarakan spesial dialog dengan tema “Air untuk Kesejahteraan Bersama-Menuju 10th World Water Forum 2024 di Bali”. Forum ini akan berlangsung pada Rabu, 28 September 2022, pukul 14.00 – 16.00 WIB.

Berbagai isu akan dibahas dalam forum ini. Mulai dari pencemaran, dan kerusakan lingkungan, perubahan iklim dan risiko bencana terkait air yang ditimbulkan, hingga peran LSM dalam Edukasi kebencanaan untuk publik dan partisipasi masyarakat dalam adaptasi dan mitigasi bencana.

Adapun pada spesial dialog menuju 10th World Water Forum 2024 ini terbagi ke dalam tiga segmen.

Segmen pertama mengangkat tema “Konservasi Air untuk Pembangunan Berkelanjutan”. Narasumber yang hadir dalam segmen ini yakni Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Hendroyono, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko, Akademisi Bidang SDA Universitas Gadjah Mada Prof. Budi S. Wignyosukarto.

Sementara itu dalam segmen dua mengangkat tema “Kesetaraan Air bagi Pembangunan Berkelanjutan”. Pada segmen ini hadir narasumber antara lain Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti, dan Direktur Utama Perum Jasa Tirta I Raymond Valiant Ruritan.

Kemudian pada segmen tiga akan hadir narasumber lain yakni, Deputi Sistem dan Strategi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Raditya Jati, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, dan Ketua Umum Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) Avianto Amri ST, Mres, PhD. Segmen ini mengangkat tema “Pengelolaan Bencana untuk Menjawab Tantangan Global Isu Air”.

Di samping itu, turut hadir dalam forum ini yakni Gubernur Bali Wayan Koster yang akan memberikan opening remarks dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang akan memberikan keynote speech.

Simak terus rangkaian menuju 10th World Water Forum 2024 secara eksklusif dan live di CNBC Indonesia TV, streaming di CNBCIndonesia.com dan YouTube Kementerian PUPR.