tentang.co.idPIKIRAN RAKYAT – Hakim nonaktif Pengadilan Negeri Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat , dipidana hukuman 7 tahun penjara dalam sidang lanjutan dugaan korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Surabaya, pada hari ini, Selasa 27 September 2022.

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan terdakwa terbukti menerima suap dalam perkara pembubaran PT Soyu Giri Primedika (SGP).

Jaksa Wawan Yurnato menjatuhkan pidana penjara 7 tahun dan denda Rp300 juta, subsider 6 bulan kurungan disertai wajib menjalani masa tahanan. Persidangan tersebut dilaksanakan secara dalam jaringan (daring).

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf c UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) atau Pasal 11 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,” tuturnya.

Selain hukuman kurungan, hakim nonaktif Itong Isnaeni dihukum dengan tuntutan membayar uang pengganti senilai Rp390 juta.

“Dengan ketentuan jika tidak dibayar, maka hakim Itong wajib menjalani hukuman pengganti selama 1 tahun kurungan,” tuturnya menambahkan.

Kuasa hukum Itong Isnaeni Hidayat , Mulyadi, menyatakan atas tuntutan hakim Itong, kuasa hukum Itong berencana mengajukan nota pembelaan atau pleidoi. Mulyadi menilai tuntutan tersebut tidak sesuai dengan bukti-bukti yang ada.

Sidang perkara tindak pidana korupsi gratifikasi suap hakim Pengadilan Negeri Surabaya nonaktif Itong Isnaeni Hidayat dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Surabaya dilansir Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Itong tidak sendirian dalam perkara ini. Dia didakwa bersama dengan M Hamdan selaku Panitera Pengganti dan Hendro Kasiono yang merupakan seorang pengacara, dalam berkas terpisah. Dalam perkara ini, total suap yang diterima mencapai Rp545 juta.

Baca Juga: Jeje Slebew Klarifikasi Kebenaran Sosok Video Syur Mirip Dirinya: Enggak Merasa Bersalah

Hakim Itong serta Panitera Pengganti M Hamdan selaku penerima suap dijerat dengan pasal berlapis. Pasal kesatu yaitu Pasal 12 huruf c UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan kedua Pasal 11 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke 1.

Terdakwa Hendro Kasiono selaku pemberi suap didakwa pasal 6 ayat (1) huruf a UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan Pasal 13 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (Katiasa Utami)***