tentang.co.id – Buntut kerusuhan suporter Arema FC , Aremania yang berakhir menewaskan 182 jiwa, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sigap lakukan upaya tindak lanjut.Demi mengevaluasi hal ihwal kerusuhan di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober tersebut, Kapolri menggelar rapat bersama Menpora Zainudin Amali dan pemerintah Malang Jawa Timur .

Menurut keterangan Kadiv Humas Polri , Irjen Pol Dedi Prasetyo, upaya ini bukan perihal yang dapat selesai dalam satu malam.

“Hari ini Kapolri akan melaksanakan rapat dengan Menpora dan pemerintah daerah setempat, dan hasilnya akan dievaluasi terlebih dahulu, tentunya akan disampaikan ke rekan-rekan media,” ucap Dedi Prasetyo, Minggu, 2 Oktober 2022.

Baca Juga: Peneliti Ungkap Pandemi Covid-19 Dapat Menyebabkan Perubahan Sifat Seseorang, Simak Penjelasannya

Dedi menambahkan, Polri tak akan setengah-setengah dalam menangani kasus ini. Demi menguraikan tragedi Kanjuruhan, Kapolri dan Menpora bahkan akan menyambangi Malang.

“Sesuai dengan perintah bapak Presiden hari ini Kapolri dan Menpora akan berangkat ke Malang,” ujar dia.

Sebelumnya, Kapolri diketahui telah memberangkatkan Tim DVI ke Malang, serta menyiagakan seluruh tim dokter dari rumah sakit Polri paling dekat dengan lokasi.

Hal demikian untuk mempercepat proses identifikasi korban meninggal dan pelayanan lainnya untuk para suporter terdampak.

Baca Juga: Berkaca dari Tragedi Kanjuruhan, Simak 7 Cara Menyelamatkan Diri dari Kerusuhan

Adapun tim dokter yang dimaksud antara lain, dari RS Bhayangkara Malang, RS Bhayangkara Kediri,, dan RS Bhayangkara Surabaya.

“Guna mempercepat proses identifikasi korban dan memberikan pelayanan ke korban luka,” tuturnya.

Lebih lanjut Listyo Sigit mengatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan tim medis setempat guna mencegah bertambahnya korban jiwa akibat penanganan yang kurang tanggap.Sementara tim dokter berkutat dengan pasien, Tim DVI mengemban tugas untuk segera mengidentifikasi korban, supaya pihak keluarga dapat segera diberi kabar.

Baca Juga: Ridwan Kamil: Kalau Takdir Pak Anies Baswedan Jadi Presiden, Kita Dukung

“Yang kedua dengan jumlah korban yang begitu banyak tim DVI bekerja keras untuk segera identifikasi korban meninggal dunia dengan cepat agar korban dapat dikembalikan kepada keluarga masing-masing,” ujar Kapolri .

Pertandingan di Stadion Kanjuruhan itu diketahui berjalan lancar di awal laga. Setidaknya situasi kondusif hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan.Namun, sejumlah suporter Arema FC , Aremania yang merasa kecewa dengan kekalahan klubnya merangsek turun ke lapangan.

Dimulai dari satu dua oknum, jumlah suporter yang turun ke lapangan semakin banyak hingga mencapai ribuan dan sulit dikendalikan.

Upaya-upaya pengamanan TNI- Polri yang kian gagal akhirnya menimbulkan lolosnya gas air mata, padahal jelas hal itu dilarang oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). ***