Tirana (ANTARA) – Kementerian Pertahanan Albania mengatakan dua tentaranya terluka saat berupaya menghentikan dua warga Rusia dan satu warga Ukraina yang mencoba memasuki sebuah pabrik milik militer.

“Tiga orang pemegang paspor Rusia dan Ukraina telah mencoba memasuki pabrik tersebut,” kata Kemenhan Albania melalui pernyataan yang dikirimkan ke media, Sabtu (20/8).

“Para personel yang menjaga pabrik segera bertindak, namun saat berupaya menghentikan ketiga orang itu, dua tentara kami terluka,” bunyi pernyataan itu.

Kemenhan menambahkan bahwa kondisi para tentara yang cedera tersebut stabil.

Ketiga warga negara asing itu sudah ditahan, kata kemenhan.

Perdana Menteri Albania Edi Rama mengatakan ketiga orang itu “diduga merupakan mata-mata”.

Salah seorang yang ditahan disebut sebagai warga Rusia berusia 24 tahun dengan inisial MZ.

Orang tersebut, kata kemenhan, sempat memasuki kompleks pabrik itu dan mencoba memotret.

Kemenhan mengatakan orang yang bersangkutan menggunakan suatu semprotan ke arah para tentara ketika ia berusaha meloloskan diri setelah dihentikan para penjaga.

Dua orang lainnya, seorang perempuan Rusia berusia 33 tahun yang diidentifikasi sebagai ST serta FA —pria Ukraina berusia 25 tahun– juga ditangkap di lokasi.

Pada liburan musim panas, banyak turis Rusia dan Ukraina yang mengunjungi Albania.

Markas militer Gramsh berada di 70 kilometer lebih dari pantai.

Selama masa komunisme, pabrik Gramsh Albania digunakan untuk memproduksi senapan tipe Rusia, AK 47.

Menurut situs kementerian pertahanan, pabrik itu kini memberikan layanan manufaktur bagi industri pertahanan. Tidak ada keterangan lebih terperinci mengenai layanan yang dimaksud.

Albania sudah sejak 2009 menjadi anggota NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara).

Sumber: Reuters

Baca juga: Rakyat Albania pilih pemerintahan baru dengan beban korupsi

Baca juga: Albania berencana legalisasi tanam ganja

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Anton Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Artikel ini bersumber dari www.antaranews.com.