tentang.co.id – ihak Federasi Otomotif Internasional (FIA) buka suara terkait komentar negatif Pebalap Red Bull, Max Verstappen , yang mengatakan Safety Car di Formula 1 berjalan sangat lambat.

Komentar itu datang langsung dari mulut Max Verstappen, sang juara dunia Formula 1, seusai balapan di F1 GP Australia 2022.

Max Verstappen menilai bahwa mobil safety car Aston Martin Vantage F1 Edition tersebut berjalan sangat lambat di lintasan sehingga “lebih mirip kura-kura” ketimbang mobil pemandu balapan.

Menurut Max Verstappen, lambatnya safety car Aston Martin mencegah para pembalap memulai kembali balapan dengan panas yang cukup pada ban Pirelli mereka.

“Cengkramannya sangat kecil dan juga safety car melaju sangat lambat, seperti kura-kura. Sulit untuk dipercaya,” kata Max Verstappen dilansir dari Motorsport.com.

“Mengemudi 140 (km/jam) di back straight tanpa ada mobil yang rusak (di lintasan). Saya tidak mengerti kenapa kami harus mengemudi begitu lambat. Kami harus menyelidikinya,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut, Max Verstappen mengatakan bahwa safety car Mercedes terasa lebih cepat ketimbang yang dimiliki oleh Aston Martin.

“Yang pasti safety car Mercedes lebih cepat karena ada (paket) aerodinamis tambahan (sebaliknya) Aston Martin sangat lambat. Kami jelas butuh grip lebih, karena ban kami sangat dingin,” katanya.

“Sungguh buruk cara kami mengemudi di belakang safety car saat ini,” katanya mengakhiri.

Menanggapi kritikan ini, FIA akhirnya buka suara.

Dalam keterangan resminya, FIA menjelaskan bahwa prioritas dari safety car bukan kecepatan tetapi keselamatan.

“Mengingat komentar baru-baru ini mengenai kecepatan FIA Formula 1 Safety Car, FIA menegaskan kembali bahwa fungsi utama Safety Car tentu saja, bukan kecepatan tetapi keselamatan pengemudi, marshal, dan ofisial,” demikian pernyataan resmi FIA di Twitter.

“Prosedur Safety Car mempertimbangkan sejumlah tujuan tergantung apa yang terjadi seperti pemulihan insiden atau puing-puing di lintasan dengan cara aman dan menyesuaikan kecepatan sesuai pada kegiatan pemulihan yang berlangsung di bagian trek berbeda,” tambahnya.

Pihak Federasi Otomotif Internasional melanjutkan bahwa kecepatan tertinggi dari safety car ditentukan oleh race control dan bukan karena spesifikasi mobil safety car Aston Martin atau Mercedes.

“Kecepatan safety car umumnya ditentukan oleh race control, dan tidak dibatasi oleh kemampuan safety car itu sendiri, yang merupakan kendaraan berperforma tinggi dan telah disiapkan dari dua pabrikan top dunia,” kata keterangan resmi itu.

“Dilengkapi untuk menghadapi kondisi lintasan yang berubah-ubah sepanjang waktu dan dikendarai oleh pengemudi dan co-driver yang sangat berpengalaman dan cakap.”

“Dampak kecepatan safety car pada performa mobil F1 di belakangnya merupakan pertimbangan kedua,” lanjut FIA.

“Efeknya sama di antara semua pembalap yang memiliki tanggung jawab untuk mengemudi dengan cara aman setiap saat, sesuai dengan kondisi mobil dan sirkuit,” akhir pernyataan tersebut.