tentang.co.id – ain Besar Olahraga Nasional ( DBON ) dan Undang-undang Keolahragaan dinilau sebagai bagian dari perubahan paradigma pembinaan prestasi olah raga.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB Persani ) Dian Arifin.

Selain kedua hal tersebut, saat ini telah dibentuk Tim Review Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) yang bertugas untuk menganalisis atlet-atlet apakah berpotensi meraih pretasi atau tidak berdasarkan data dan track record selama mengikuti ajang olahraga internasional, termasuk dalam atlet di SEA Games 2021 Hanoi, Vietnam, pada pertengahan 12-23 Mei 2022 mendatang.

“Sebenarnya sudah banyak perubahan tentang adanya sistem di Kemenpora, di mana administrasinya pun sudah tertata dengan baik, meskipun kedepannya mungkin diperlukan juga banyak komunikasi serta diskusi antara Tim Review dengan PB/PP, khususnya Persani, di mana banyak atlet-atlet yang memang perlu kita tingkatkan lagi,” kata Dian Arifin dalam rilis kepada Kompas.com, Rabu (27/4/2022).

Dian Arifin mengucapkan terima kasih kepada tim review, sehingga pihaknya saat ini memiliki partner dalam berdiskusi terkait program yang bisa meningkatkan prestasi olahraga.

“Dengan adanya tim review, kami sangat berterimakasih, sehingga kami pun memiliki partner tambahan untuk diskusi dan berkonsolidasi, terlebih di gymnastic ini butuh atlet-atlet muda.Lebih klik dengan program DBON yakni adanya regenerasi yang junior dan senior, sekaligus memberikan jam terbang kepada para atlet, khususnya yang junior,” katanya.

Dian menjelaskan, potensi senam Indonesia kedepannya ada di sejumlah nomor antara lain artistik dan ritmik.

Menurutnya, hal tersebut diperlukan edukasi, bimbingan, hingga kerjasama dengan pemerintah baik pusat maupun daerah.

“Kedepannya kami akan berusaha lebih keras lagi mempersiapkan diri untuk ajang Olimpiade yang menjadi sasaran utama kami. Potensi-potensi dan peluang-peluang dari atlet artistik dan ritmik sangat besar, khususnya untuk para atlet muda,” jelas dia.

Sementara itu, Menpora Zainudin Amali menjelaskan bahwa saat ini telah terjadi perubahan paradigma olahraga dimana SEA Games dan Asian Games menjadi sasaran antara menuju target utama yakni olimpiade.

Menurutnya, pada multi event sebelumnya yakni SEA Games dan Asian Games Indonesia bangga mengirim atlet dengan jumlah yang banyak.

Namun, tidak semuanya berprestasi. Dengan adanya perubahan paradigma berdasar panduan DBON dan UU Keolahragaan, maka atlet-atlet yang dikirim adalah atlet yang berpretasi dengan rekomendasi tim review berdasarkan data-data yang dimilikinya.

“Sekarang ini perubahan paradigma besar-besaran di olahraga kita. Pengiriman atlet benar-benar didasarkan pada catatan-catatan yang objektif,” jelas dia.

“Jadi tidak ada karena menterinya suka dan tidak suka. Tapi berdasarkan catatan prestasi yang saya dapatkan dari tim review. Target kita sekarang Olimpiade, SEA Games itu step kita untuk ke Asian Games, dan Asian Games step kita menuju ke olimpiade,” katanya.

Pada SEA Games 2021 Hanoi ini, Persani akan mengirim 4 atlet diantaranya Rifda Irfanaluthfi melalui nomor artistik, Ameera Rahmajanni, Dwi Samsul Arifin, dan Abiyu Rafi yang akan mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia di edisi ke-31 ini.