Kupang (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2022, mengembangkan 40 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pusat Keunggulan sebagai sumber inovasi untuk menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dalam berbagai bidang pekerjaan.

“Pada tahun 2022 terdapat 40 SMK di NTT yang dikembangkan sebagai SMPK Pusat Keunggulan untuk menghasilkan tenaga kerja yang memadai,” kata Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat terkait upaya Pemprov NTT dalam pembangunan sektor pendidikan di Kupang, Selasa.

Dia mengatakan pada tahun 2021 Pemerintah Provinsi NTT menetapkan 12 SMK Pusat Keunggulan yang berhasil dalam bidang kompetensi keahlian, sehingga pada Tahun 2022 dikembangkan lagi sebanyak 40 SMK.

Baca juga: Polbangtan-MSM Belanda berikan penguatan kemampuan guru SMK di NTT

Menurut Gubernur Viktor, Pemprov NTT mempersiapkan sekolah pusat keunggulan sebagai model pengembangan mutu SMK bertaraf nasional dan internasional.

Ia menjelaskan sekolah pusat keunggulan ini didorong untuk menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengembangkan berbagai potensi yang ada serta memanfaatkan sumber daya alam lokal dalam bidang kemaritiman, seni, pariwisata, serta industri kreatif melalui penguatan dan peningkatan kompetensi.

Viktor menambahkan Pemprov NTT juga terus melakukan penataan pendidikan SMK agar menjadi sumber inovasi untuk menghasilkan tenaga kerja terampil yang relevan.

Menurut gubernur, Pemprov maupun Pemkab/Pemkot terus berupaya meningkatkan akses dan mutu pendidikan bagi anak NTT pada setiap jenjang pendidikan.

Ia mengatakan angka partisipasi kasar (APK) dan angka partisipasi murni (APM) pada tahun 2021 mengalami kenaikan. Untuk tingkat SMP/MTs menjadi sekitar 70 persen, SMA/SMK/MA menjadi sebesar 54 persen. Sedangkan untuk tingkat SD/MI mengalami penurunan menjadi 96 persen.

Baca juga: SMKN Restorasi Pulau Komodo, sekolah kejuruan pertama Manggarai Barat

Baca juga: Ujian nasional SMK di NTT 83 persen sudah berbasis komputer

Sementara itu, pemberian izin operasional sekolah pada tahun 2021, untuk tingkat SMA sebanyak 30 sekolah, SMK 19 sekolah serta SLB tiga sekolah.

Dia mengatakan untuk menilai mutu pendidikan diukur dari perbaikan level akreditasi sekolah yang mengalami peningkatan, yaitu pada tahun 2021 terdapat 96 sekolah yang terakreditasi A, sementara 230 sekolah terakreditasi B dan 185 sekolah terakreditasi C.

“Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di provinsi ini dengan menyiapkan infrastruktur dan sumber daya guru yang memadai dalam mendukung kualitas pendidikan di NTT,” katanya.

Pewarta: Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Artikel ini bersumber dari www.antaranews.com.