tentang.co.id – Pemerintah resmi menghapuskan hasil tes negatif Covid-19 sebagai syarat perjalanan domestik di Indonesia.

Hasil tes negatif Covid-19 takkan lagi dijadikan syarat perjalanan untuk penggunaan transportasi publik darat, laut, maupun udara.

Tetapi, perlu diketahui bahwa penghapusan hasil tes negatif Covid-19 ini mendapatkan juga dokumen pengganti lainnya yang harus dijadikan syarat perjalanan .

Dokumen pengganti hasil tes negatif Covid-19 ini adalah bukti sertifikat vaksin booster yang dimiliki masyarakat.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari PMJ News pada Sabtu, 27 Agustus 2022, masyarakat yang ingin melakukan perjalanan domestik harus memiliki sertifikat vaksin dosis ketiga (vaksin booster).

Dokumen ini akan berlaku bagi masyarakat yang ingin bepergian menggunakan jalur darat, laut, maupun udara.

Selain itu, hasil tes negatif Covid-19 juga akan dihapuskan kepada beberapa pihak lainnya yang belum melakukan vaksin booster.

Misalnya, pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) berusia 6-17 tahun yang baru mendapatkan vaksin dosis kedua, atau PPDN berusia 6-17 tahun yang berasal dari perjalanan luar negeri dan dikecualikan dari kewajiban vaksin.

Selain itu, ada satu lagi syarat lainnya bagi PPDN berusia di bawah 6 tahun yang dikecualikan dari kewajiban vaksin, tetapi wajib memiliki pendamping.

Sedangkan untuk masyarakat berusia 18 tahun ke atas yang belum melakukan vaksin booster karena berbagai alasan (misalnya komorbid atau punya kondisi kesehatan khusus) juga tak perlu menunjukkan hasil tes negatif Covid-19.

Mereka juga tak perlu menunjukkan hasil negatif tes PCR ataupun antigen, tapi dengan satu syarat.

PPDN tersebut cukup melampirkan surat keterangan dari dokter rumah sakit yang berisi pernyataan kalau yang bersangkutan belum bisa menerima vaksin Covid-`19.

Perlu diketahui juga bahwa seluruh ketentuan PPDN di atas takkan berlaku bagi PPDN pengguna moda transportasi di daerah perbatasan atau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).***