SURYA.CO.ID, JEMBER – Sejumlah orang mengapresiasi terselenggaranya acara menuju Festival Ekonomi Syariah atau Road to Fesyar Jember tahun 2022 oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, Senin (22/8/2022).

Road to Fesyar Jember dihadiri, antara lain, Anggota Komisi XI DPR RI Charles Meikyansah, Pembina Ikawati Kementerian ATR/BPN yang juga Wakil Ketua II Dekranas (Dewan Kerajinan Nasional) Nanny Hadi Tjahjanto, Bupati Jember Hendy Siswanto, juga pejabat daerah perwakilan dari lima kabupaten di wilayah eks Karesidenan Besuki dan Lumajang (Sekarkijang).

Anggota Komisi XI DPR RI Charles Meikyansah berharap kegiatan Road to Fesyar Jember bisa membantu geliat dan bertumbuhnya ekonomi syariah di wilayah kerja KPw BI Jember.

“Karena data-data menunjukkan bagaimana geliat pertumbuhan ekonomi syariah ini sangat menjanjikan, dan semoga bisa menjadi penopang perekonomian nasional. Apa yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah ikhtiar untuk mengembangkan ekonomi syariah, dalam klaster fesyen muslim. Semoga dengan terselenggarakannya kegiatan ini, geliat ekonomi syariah bisa bertumbuh dan berkembangan di wilayah kerja BI Jember,” ujar Charles, Senin (22/8/2022) malam.

Dia menyebut, perkembangan ekonomi syariah yang pesat di Indonesia menjadi pendorong untuk terus menumbuhkan ekonomi syariah.

Apalagi, lanjutnya, Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional telah menyusun “Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024” yang menjadi peta jalan bagi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Dalam masterplan tersebut, terdapat beberapa klaster yang menjadi fokus pengembangan ekonomi syariah, seperti klaster makanan dan minuman halal, klaster pariwisata halal, klaster fesyen muslim, klaster farmasi dan kosmetik halal, klaster perbankan syariah, juga klaster pasar modal syariah.

Estimasi pengeluaran untuk fesyen muslim pada tahun 2019 lalu, diperkirakan mencapai 16 miliar US Dolar, terbesar kelima di dunia. Di sektor makanan halal estimasi pengeluaran konsumsinya mencapai 144 miliar US Dolar, angka ini merupakan yang terbesar di dunia.

Jumlah penyedia pendidikan keuangan syariah di Indonesia juga menjadi yang terbesar di dunia saat ini, dengan 347 unit atau setara dengan 34,42 persen dari total penyedia pendidikan syariah di dunia.

“Dengan berbagai data-data yang ada sudah sewajarnya kita harus ikut terus mendorong dan tetap optimis untuk mengembangkan ekonomi syariah dalam negeri. Tidak mustahil rasanya, di masa depan Indonesia bisa menjadi pusat perekonomian syariah dunia,” tegasnya.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.