TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) merupakan hak setiap anak yang lahir di dunia. ASI merupakan sumber makanan terbaik bagi bayi.

ASI memiliki kandungan nutrisi yang sangat diperlukan untuk tumbuh kembang khususmya di dua tahun pertamanya.

Dikutip dari laman IDAI.org, ada lebih dari 200 zat aktif termasuk imunoprotektor, enzim, hormon, vitamin, faktor pertumbuhan dan faktor lainnya  yang sama baiknya dengan nutrisi/ zat esensial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. 

Namun permasalahan dalam pemberian ASI kerap timbul, misalnya saat sang ibu harus kembali bekerja. Tetap bertahan memberikan ASI atau beralih ke susu formula.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Neonatalogi Dr. dr. Naomi Esthernita Fauzia Dewanto, Sp.A(K) mengatakan, tetaplah ASI yang diperlukan untuk kebutuhan bayi cukup bulan. Karena komposisinya paling sesuai dengan pencernaan bayi, ASI merupakan cairan hidup yang dibutuhkan semua bayi terutama bayi sakit.

Namun, melihat kondisi yang ada ibu bekerja boleh memberikan Asi perah atau ASIP kepada sang buah hati.

“Memang lebih bagus ASI fresh, namun jika kondisi tidak memungkinkan berikan asi perah. Karena bagaimanapun jauh lebih baik memberikan asi perah ibunya sendiri daripada asi donor dan susu formula,” kata dia dalam webinar IDAI, Sabtu (6/8/2022).

Ia menyatakan, tak bisa dipungkiri bahwa nutrisi yang terkandung dalam ASI perah beku sudah berkurang seperti, komposisi zat-zat protektif seperti antibodi, enzim, nutrisi, serta sel-sel hidup yang ada di dalam ASI perah segar lebih terjamin.

Baca juga: Pastikan Bayi Mendapatkan Cukup ASI, Ketahui Ini Dia Tandanya

Meski begitu, kandungan nutrisi pada ASI perah beku tetap lebih baik daripada susu formula.

Ia pun menyarankan lebih baik memberikan ASI perah segar terlebih dahulu untuk bayi. 

Jika stok persediaan ASIP segar sudah habis, barulah memberikan ASI perah yang sudah dibekukan.

“Kalau ASI beku yangg bekurang itu antibodi dan probiotik, kalau vitamin A,D, E relatif stabil,” ungkap Dokter Anak di RS Siloam Kebon Jeruk ini.

Ia pun membagikan tips agar stok ASIP dapat terjaga kandungan gizinya.

Semua komponen dan lingkungan sekitar saat memerah asi harus diperhatikan kebersihannya. Dimulai dengan mencuci tangan dan menyimpan hasil perahan di kulkas khusus ASI.

“Tipsnya simpanlah ASIP benar-benar ditempatnya jangan dicampur daging atau sayur, simpan di kulkas khusus ASI,” pesannya.


Artikel ini bersumber dari www.tribunnews.com.