tentang.co.id – Google ikut meramaikan pembaruan jaringan Ethereum atau disebut The Merge dengan meluncurkan ‘doodle’ hitung mundur di tampilan website-nya. Ini menjadi sebuah tanda pengakuan dari situs web paling populer di dunia.

The Merge Ethereum itu direncanakan akan meluncur pada 15 September dan akan menjadi momen bersejarah. Sebab Ethereum berencana mengubah algoritma konsensusnya dari Proof-of-Stake menjadi Proof-of-Work dan digadang-gadang bisa menaikkan harga ETH dan altcoin lainnya.

Untuk melihat doodle ini, Anda bisa mengetik “Ethereum Merge” ke mesin pencari Google, dan akan terlihat jam hitung mundur tersebut, tingkat kesulitan (berapa kali penambang harus menghitung hash untuk mencatat blok transaksi), tingkat hash (total gabungan daya komputasi yang digunakan di seluruh jaringan), dan kartun dua beruang bahagia yang saling mendekat dengan tangan terentang.

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, kedua beruang akan segera bergabung untuk menciptakan satu panda, yang telah menjadi maskot de facto untuk transisi Ethereum.

Kehadiran doodle menunjukkan tingkat antisipasi untuk penggabungan yang dirasakan bahkan oleh raksasa terbesar di bidang teknologi.

Salah satu orang pertama yang menggembar-gemborkan doodle di Twitter adalah seorang insinyur yang bekerja di tim Web3 Google.

“Tim pencari menjalankannya dan mewujudkannya dengan sangat cepat,” kata Sam Padilla, Insinyur Pelanggan Web3 di Google mengatakan kepada Decrypt melalui Twitter DM, dikutip Senin (12/9/2022).

“Lebih banyak pengakuan harus diberikan kepada tim yang membuat ini terjadi.” imbuhnya.

Ia menuturkan, ide itu muncul dalam beberapa minggu terakhir di antara karyawan di Google yang ingin membuat telur paskah yang keren untuk transisi Ethereum yang tertunda dari Proof-of-Work ke Proof-of-Stake. Ide itu muncul dalam obrolan komunitas Web3 internal perusahaan.

Dalam membalas pengguna di Twitter, Padilla mengatakan data ditarik secara real-time langsung dari jaringan Ethereum menggunakan beberapa node yang dihosting oleh Google.

Perusahaan semakin terlibat dalam Web3, menawarkan layanan infrastruktur blockchain yang menggunakan Google Cloud. Pada halaman yang dikhususkan untuk produk Web3-nya, perusahaan mencantumkan Nansen, Dapper Labs, dan Solana sebagai beberapa mitra bisnisnya. Google mengumumkan telah membentuk tim Web3 pada bulan Mei.